Home / berita umum / Penyebab Semramut Langit-Langit Kota Jakarta

Penyebab Semramut Langit-Langit Kota Jakarta

Penyebab Semramut Langit-Langit Kota Jakarta – Jika Anda melalui Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, ada sangat banyak kabel bergelayutan, ruwet, semrawut, amburadul di selama jalan. Parahnya, kabel-kabel kalut ini dapat tampak di mana saja, di dekat tempat kerja Anda atau di lingkungan rumah Anda, di seantero Kota Jakarta. Karena sangat banyak kabel pada tiap-tiap tiang, Anda hampir tentu susah menghitungnya.

Tidak hanya kabel yang melintang di sana-sini, tetapi ikut tiang-tiang sama-sama bergerombol di tiap-tiap titik, terkadang mengadang tubuh trotoar. Tinggi tiang listrik serta kabel ini ada yang 11 mtr. serta 7 mtr.. Saat saya menjajal berjalan kaki dalam suatu jalan di Mampang Prapatan, segampang Anda berjalan di lingkungan sendiri, belumlah lebar langkah saya telah diterima enam tiang telematika serta di atasnya kabel-kabel tergulung seperti ban motor di hawa. Beberapa puluh kabel lainnya tampak semrawut bersama dengan kabel-kabel PLN.

Keadaan semrawut kabel-kabel diatas kepala kita ini di konfirmasi oleh Dita Artsana, manajer komunikasi PLN Distribusi Jakarta Raya. Dia menjelaskan tidak semua kabel telematika yang terpasang di tiang listrik mempunyai izin dari PLN.

“Jadi betul-betul tidak berizin. Manfaatkan infrastruktur kita untuk pasang

Tetapi, tidak semua kabel serta tiang-tiang kecil yang bergerombol pada tiang PLN itu ilegal.

Ceritanya ialah monopoli usaha. Perusahaan listrik negara lewat anak upayanya PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) menjadi pemain lama serta penerang satu desa serta kota mengomersialkan tiang penyangga kabel ke swasta. Akhirnya, perihal ini jadi salah satunya penyumbang semrawutnya kabel di Jakarta. Dari perkampungan padat sampai lokasi elite yang jembar, masyarakat tinggal bersama dengan kabel-kabel yang semrawut.

Waktu saya menginformasi jumlahnya perusahaan swasta yang menyewa tiang PLN, Tetty Indrawati dari ICON+ berkata tidak dapat cek satu-satu, tetapi memang “ada kerja sama walau saya kurang tahu berapakah banyak banyaknya.”

Usaha tiang kabel memang mengundang selera. Kasarnya, ICON+ dapat memperoleh untung dengan cuma memercayakan infrastruktur tiang PLN. Contohnya mencuplik laporan tahunan PT First Alat Tbk. pada 2011 menyebutkan anak usaha Lippo Grup dalam layanan service internet serta tv kabel ini menyewa tiang sandaran PLN lokasi Jakarta Raya, Tangerang, Jawa Timur, serta Bali saat 20 tahun serta 15 tahun semenjak 1999 serta 2000 (PDF, hlm 57-58). Cost sewanya per bulan pada Rp3.000-Rp3.500 per tiang, yang dibayarkan ke PLN.

Laporan tahunan dari anak usaha punya keluarga konglomerat Riady ini tidak mengatakan jumlahnya tiang yang disewa dari PLN. Jika berdasar pada data PLN Disjaya Desember 2017, tiang listrik tegangan rendah yang menyebar di Jakarta sampai 500.190 batang. Berarti, bila ada satu perusahaan menyewa 500 ribu tiang PLN saja di harga sewa Rp3.000 per tiang, jadi PLN dapat memperoleh Rp1,5 miliar per bulan. Ingat, patokan harga sewa per tiang ini hanya merujuk pada kesepakatan kerja sama ke-2 perusahaan itu pada 2009.

Cost sewa tiap-tiap tiang listrik PLN untuk perusahaan telematika ini beragam, bergantung daerahnya. Di Sulawesi Selatan, contohnya, ICONT+ menyewakan tiang listrik pada Rp4.000-5.000 per bulan ke perusahaan layanan internet pada 2011. Waktu itu PLN akan meningkatkan harga sewa jadi 3 kali lipat, yang ditentang oleh Asosiasi Entrepreneur TV Kabel Indonesia ditempat. Faktanya, meningkatkan tarif sewa akan berimbas pada tarif berlangganan TV Kabel.

About admin