Home / Indonesia / Dua pimpinan SKPD Di Periksa KPK

Dua pimpinan SKPD Di Periksa KPK

Dua pimpinan SKPD Di Periksa KPK – Dua pimpinan SKPD yang diberitakan turut menyetorkan commitment fee pada Basuki mengadakan pertemuan tertutup dengan Kabiro Hukum Setdaprov Jawa timur Himawan Estu Subagio di Kantor Dinas Perindustrian serta Perdagangan (Disperindag), Jalan Siwalankerto. Dua pimpinan SKPD itu yaitu Kadis Perindag Ardi Prasetyawan serta Kadis Perkebunan Samsul Arifin.

Dalam tayangan pers KPK, Kadis Perindag disangka menyetorkan Rp 50 juta ke Basuki pada 31 Mei 2017, sedang Kadis Perkebunan disangka menyerahkan duit Rp 100 juta.

Sesudah pertemuan, Himawan, Ardi, ataupun Samsul sedikit berkomentar. Samsul tetaplah berkantor seperti umum. Tetapi, yang berkaitan terlihat meninggalkan kantor waktu siang dengan mobil pribadi.

Demikian halnya Ardi yang tetaplah ada di kantor selama sore. Dia pernah mengemukakan harapannya supaya masalah suap itu selekasnya usai. ” Mudah-mudahan tidak berkembang yang aneh-aneh. Saya serahkan pada pihak yang andal, ” papar Ardi di kantornya tempo hari.

Tidak tampak petugas KPK yang mengecek kantornya. Kantor disperindag terpantau sepi.

Himawan menolak kalau pertemuan itu mengulas aksi yang bakal di ambil sesudah ada launching KPK terkait dengan masalah Basuki. ” Cuma bicara kurang lebih bagaimana setelah itu, ” katanya pada Jawa Pos. Dia menyebutkan, kunjungan ke disperindag adalah bentuk ikut merasakan pada dua Kadis terduga.

Di bagian lain, tentang pengisian kekosongan jabatan dua Kadis sesudah OTT, pemprov menginformasikan dua Plt Kadis ber­sangkutan tempo hari. Plt Kadis Peternakan dijabat Abdul Hamid (asisten III Sekdaprov Jawa timur). Plt Kadis Pertanian di isi Hadi Sulistyo yang disebut Kabiro Administrasi Pembangunan Setdaprov Jawa timur.

Beberapa personel KPK kembali pada Surabaya tempo hari. Mereka lakukan penggeledahan serentak di sebagian titik. Salah satunya, kantor DPRD. Sebagian petugas mengenakan seragam KPK mengecek ruangan kerja pribadi anggota komisi B satu per satu.

Disangka, commitment fee yang disetorkan sebagian kepala dinas itu bukan sekedar di terima Basuki sebagai ketua komisi. Seperti launching KPK yang di sampaikan Selasa malam (6/6), ada satu bekas anggota komisi B yang turut andil dalam penerimaan setoran triwulanan itu.

Ada tiga nama terduga yang nampak. Yaitu, Ka’bil Mubarok (geser ke komisi E), Atika Banowati (geser ke komisi D), serta Ahmad Fawaid (geser ke komisi A). Selama siang tempo hari, KPK juga sudah mengecek tempat tinggal salah seseorang diantara tiga terduga itu. Tempatnya ada di Pondok Jati, Sidoarjo. KPK tengah memahami keterlibatan bekas anggota komisi B itu. Yang berkaitan diberitakan tengah ada diluar kota.

Penggeledahan berjalan mulai jam 09. 00 sampai 18. 30. Petugas KPK keluar dari kantor DPRD dalam dua kloter. Pertama, petugas yang keluar pada jam 15. 30 membawa tiga koper besar. Petugas juga melepas sebagian CCTV di sekitaran lorong gedung. Rombongan ke-2 baru merampungkan kontrol selepas magrib. Selama kontrol, beberapa petugas didampingi staf DPRD Jawa timur. (idr/deb/aji/sal/c7/agm)

About admin