Home / berita umum / Buaya Raksasa Pembunuh Manusia

Buaya Raksasa Pembunuh Manusia

Buaya Raksasa Pembunuh Manusia – Teror buaya seringkali berlangsung di lokasi sungai atau rawa.

Banyak buaya yang tergiur lihat manusia di dekatnya serta pada akhirnya buaya menerkam manusia itu sampai meninggal.

Akan tetapi ada banyak cerita yang pada akhirnya beberapa korban yang diterkam buaya dapat selamat.

Seseorang anak asal Kalimantan yang tengah mandi di sungai pada akhirnya selamat sesudah kakinya digigit oleh buaya sesaat.

Sebab terasa ada yang mengigit, anak ini berteriak minta tolong pada ayahnya yang waktu itu ada juga di dekat Rahril, nama anak lelaki ini.

Tidak lama, bapak Rahril selekasnya menarik badan anaknya serta tidak diduga berlangsung tarik menarik pada buaya dengan sang bapak.

Walau mesti tarik menarik, pada akhirnya Rahril selamat.

Cerita ini berlainan dengan cerita di Bangka.

Ada seseorang pemuda yang masih tetap duduk di bangku SMA tengah memancing di sungai justru diterkam buaya sampai meninggal.

Pemuda yang beranama Gebi Pratama ini bersama dengan rekan-rekan yang lain tengah memancing di Sungai Rimba Beras.

Waktu itu kondisi air tengah pasang hingga air juga masuk ke kolong yang tengah jadikan tempat memancing Gebi serta teman-temannya.

Tidak lama, nyatanya ada sekor buaya yang menerkam Gebi dari arah belakang hingga sekejab gebi langsung menghilang dari bagian teman-temannya.

Lihat hal itu, teman-temannya langsung memberikan laporan perihal ini pada pihak desa.

Banyak masyarakat yang menyisir sungai sampai ke hulu sampai pada akhirnya Gebi diketemukan dalam kondisi meninggal dengan luka yang menganga di punggung.

Masyarakat juga mencari buaya yang sudah menerkam Gebi itu supaya tidak membuat masyarakat yang lain cemas saat akan pergi ke sungai.

Sesudah temukan buaya yang memiliki ukuran 3 mtr. ini, masyarakat mengikatnya serta menjemurnya di lapangan.

Banyak masyarakat yang hadir ke lapangan cuma untuk lihat buaya besar itu terikat serta dijemur di lapangan.

Buaya yang diamankan masyarakat saat malam ini hari pada akhirnya mati sebab kemugkinan ia alami dehidrasi sesudah hampir sepanjang hari ada di lapangan.

Awalnya, buaya ini akan dikasihkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam, akan tetapi sebab keadaan buaya ini telah mati pada akhirnya beberapa masyarakat menguburkannya.

Hal tersebut dibetulkan oleh Kepala Desa Pugul, Absor, ” Panjang buaya tiga mtr. lebih. Berat diprediksikan seputar 300 kg. Buaya telah mati, serta dikubur, ” jelas Absor pada Bangka Pos (4/10/2018) .

Nyatanya peristiwa perseteruan pada buaya dengan manusia di Bangka bukan sekedar berlangsung kesempatan ini saja.

Kepala Resort Bangka Belitung Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) , Yusmono mengutarakan jika ada 20 perseteruan manusia dengan buaya saat tahun 2018 ini. Tuturnya juga empat masyarakat di anataranya meninggal karena terkabam buaya.

About admin