Home / berita umum / Setyo Wasisto Memanggil Saksi Perihal Khasus Penyebaran Berita Bohong Ratna Sarumpaet

Setyo Wasisto Memanggil Saksi Perihal Khasus Penyebaran Berita Bohong Ratna Sarumpaet

Setyo Wasisto Memanggil Saksi Perihal Khasus Penyebaran Berita Bohong Ratna Sarumpaet – Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Setyo Wasisto menyampaikan tidak tutup peluang penyidik akan menyebut beberapa politisi yang berkaitan dengan masalah penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet.

Menurut Setyo, pemanggilan pihak berkaitan menjadi saksi ialah satu proses penyelidikan yang tidak bisa dijauhi.

” Ya tentu saja jika berkaitan dengan satu momen, itu kan bukan sekedar satu orang. Tentu ada saksi-saksi lainnya, ” katanya di Perguruan Tinggi Pengetahuan Kepolisian (PTIK) , Jakarta Selatan, Jumat (5/10/2018) .

*Baca juga : Berkemeja Putih, Ratna Sarumpaet Kembali Lakoni Kontrol *

Oleh karenanya, pemanggilan dibutuhkan untuk memahami info beberapa saksi serta memastikan peranan mereka.

Bila diketemukan bukti jika saksi ikut lakukan tindak pidana, status saksi itu bisa dinaikkan jadi terduga serta akan diolah hukum.

Setyo merujuk pada Masalah 55 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang menyampaikan, orang yang ikut lakukan tindak pidana bisa dijaring hukum.

” Kita merujuk pada ketentuan hukum yang ada, Masalah 55 KUHP itu mengatakan mengenai ikut serta, siapa yang ikut serta pada suatu perbuatan yang tidak mematuhi hukum, dia mesti dipakai Masalah 55, ” terangnya.

” Menjadi kelak dipilah-pilah, yang berkaitan peranannya apakah sich, ” lanjut dia.

Dikabarkan awal mulanya, Ratna Sarumpaet sudah diputuskan menjadi terduga masalah penyebaran berita bohong.

Berita bohong itu bercerita berkaitan pengalaman dianya dianiaya di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.

Sesudah berita itu ramai, beberapa politisi juga turut memberikan komentar sekaligus juga mengonfirmasi berita itu, seperti Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon serta Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais.

Ia diamankan di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (4/10/2018) malam waktu akan lakukan perjalanan ke Cile, Amerika Selatan.

Ia diputuskan menjadi terduga serta diamankan sebab tidak penuhi panggilan kontrol polisi pada Senin (1/10/2018) serta malah akan pergi ke luar negeri ikuti satu pertemuan internasional di Cile. Ratna merencanakan pergi tiada memberi tahu pihak kepolisian.

About admin