Home / kriminal / Kasus Pemerasan Yang Menjerat Petugas PDAM Kota Surabaya Segera Disidangkan

Kasus Pemerasan Yang Menjerat Petugas PDAM Kota Surabaya Segera Disidangkan

Kasus Pemerasan Yang Menjerat Petugas PDAM Kota Surabaya Segera Disidangkan – Masalah pendapat pemerasan yang menyertakan petinggi PDAM Surya Sembada Surabaya, telah dikatakan komplet alias P21. Dengan begitu, masalah itu sesaat kembali bisa dilimpahkan ke persidangan.

Masalah yang menangkap terduga Retno Tri Utomo ini awal mulanya diatasi Kejaksaan Agung (Kejagung). Dalam masalah itu, Retno menjabat menjadi Petinggi Pembuat Prinsip (PPK) PDAM Surya Sembada Kota Surabaya.

Asisten Pidana Spesial (Aspidsus) Kejati Jawa timur, Didik Farkhan Alisyahdi menjelaskan, sesudah dikatakan P21 penyidik tinggal lakukan pelimpahan step dua (penyerahan terduga serta tanda bukti) dari Kejagung ke Kejati Jawa timur. Gagasannya, hal tersebut akan dikerjakan pada minggu kedepan.

“Gagasannya minggu kedepan step dua. Kita akan ke Kejagung,” tuturnya, Jumat (8/3).

Untuk percepat ke persidangan, penahanan Tri Utomo gagasannya akan dipindahkan dari Kejagung ke Surabaya. Di Surabaya, terduga gagasannya akan diletakkan di rutan yang berada di ruang kantor Kejati Jawa timur.

Di konfirmasi tentang terduga lainnya dalam masalah ini, ia mengatakan tidak paham sebab masalah itu diatasi Kejagung. “Kejati Jawa timur cuma jadi tempat untuk lakukan kontrol pada saksi untuk penyelidikan,” katanya.

Awal mulanya, Retno Tri Utomo, PPK PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, diputuskan menjadi terduga oleh Penyidik Pidana Spesial (Pidsus) Kejagung. Penentuan terduga berdasar pada Surat Penentuan Terduga Nomer Tap-17/F.2/Fd.2/2019 ter tanggal 3 Januari 2019.

Dalam masalah ini, terduga disangka memeras Chandra Ariyanto sebagai Direktur PT Cipta Wisesa Bersamanya. Dia disangka memaksa Chandra supaya memberi uang sebesar Rp 1 miliar. Modusnya, Dia minta uang dibarengi dengan intimidasi, bila tidak dikasih, korban tidak akan turut lelang di PDAM.

Chandra didapati adalah kontraktor penyedia barang serta layanan pekerjaan jaringan pipa di BUMD punya Pemkot Surabaya. Jaringan pipa itu dipasang di Jalan Rungkut Madya-Jalan Kenjeran (MERR) bagian timur. Karena pendapat intimidasi itu, korban pada akhirnya sangat terpaksa mentransfer uang yang disuruh dengan setahap pada rekening bank yang ditunjuk terduga.

Korban juga telah delapan kali lakukan transfer, akan tetapi baru keseluruhan nilai sebesar Rp 900 juta yang baru bisa dipenuhinya. Dalam masalah ini, terduga dijaring dengan Masalah 12 huruf e UU Nomer 31 tahun 1999 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, seperti sudah dirubah serta ditambah lagi UU Nomer 20 tahun 2001 mengenai Pergantian atas UU Nomer 31 Tahun 1999 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto masalah 421 KUHP.

About admin