Home / Kebudayaan / Buku Antik Jadi Perhatian Turis |Peristiwa

Buku Antik Jadi Perhatian Turis |Peristiwa

Buku Antik Jadi Perhatian Turis |Peristiwa, Darius, 70 tahun, bakul buku paling senior di Pasar Buku Palasari, Bandung, kenal bersama Kuncen Bandung, Haryoto Kunto. Baginya, Harrysapaan almarhum Haryotoadalah kutu buku sekaligus pelanggan yang loyal.

“Beliau nyaris tiap hari nongkrong di kios buku. Koleksi bukunya tidak sedikit beli dari kita,” kata Darius, ketika berbincang bersama Merdeka Bandung di kios buku TB Pelita Jaya, Jalan Palasari, Bandung, Jumat (6/11).

Tujuan ‘kita’, kata laki laki yang telah berjualan buku sejak tahun 60-an itu, yaitu para bakul buku dijalan Cikapundung. Generasi pertama bakul buku-buku di Palasari yakni bakul buku pindahan dari Jalan Cikapundung, Bandung. Mereka dipindahkan terkait Konferensi Asia Afrika tahun 60-an.

Saat itu, kenang Darius, penjualan buku antik sedang periode jaya-jayanya. Dia dan rekan-rekan sesama bakul buku mengaku jadi pemasok buku bagi Haryoto Kunto. Dirinya tahu Harry pecinta buku-buku antik. Ayah Harry, ialah Pak Kunto, yakni pensiunan kereta api 1930-an. “Beliau amat sangat senang menghimpun buku-buku antik dan langka,” ujarnya. Beliau meneruskan, dua buku karya Kuncen Bandung : Bandoeng Tempo Doeloe dan Semerbak Bunga di Bandung Raya, waktu ini tidak sedikit dicari orang. Tapi harganya telah selangit, antara Rupiah 150 ribu hingga Rupiah 500 ribu.

About admin