Home / berita umum / Ada 34 Dokumen Dalam Website NSA Periode 1997-1999

Ada 34 Dokumen Dalam Website NSA Periode 1997-1999

Ada 34 Dokumen Dalam Website NSA Periode 1997-1999 – National Security Archives (Arsip Keamanan Nasional) atau NSA Amerika Serikat (AS) melaunching dokumen rahasia berkaitan Indonesia yang berlangsung seputar tahun 1998. Diantaranya membuka visi Prabowo Subianto berkaitan transformasi politik.

Semuanya ada 34 dokumen dalam website NSA dengan periode waktu pada 1997-1999. Dokumen-dokumen itu launching pada 24 Juli 2018.

Diambil, Kamis (26/7/2018), ada satu dokumen telegram yang berisi dialog pada asisten Menlu AS Stanley Roth dengan Danjen Kopassus saat itu, Mayor Jenderal Prabowo. Pembicaraan itu dikerjakan pada 6 November 1997 sepanjang satu jam. Tidak dijelaskan dimana pertemuan dikerjakan.

Pembicaraan dengan diawali deskripsi umum jalinan pada Indonesia serta Amerika Serikat. Prabowo, catat dokumen itu, menilainya jalinan bilateral dengan AS begitu terpenting.

Prabowo berkata, dia sudah menelusuri ke luar militer untuk menghimpun dana manfaat kirim 53 prajurit untuk meniti studi sarjana serta master di Amerika Serikat serta Inggris. Prabowo ingin Indonesia di pimpin oleh putra-putri ‘terbaik serta tercerah’ serta mereka sebaiknya berpendidikan.

Angkatan bersenjata, menurut Prabowo, jadi aspek penentu transformasi skema politik. Pimpinan ABRI pada generasi Prabowo ingin ikuti contoh Korea Selatan, Taiwan, serta Thailand.

” Saya tidak suka politik. Saya ingin militer keluar dari politik, ” kata Prabowo dalam dokumen itu. Pada saat Orde Baru dibawah kepemimpinan Soeharto, militer dimasukkan ke politik. Ada dwifungsi ABRI pada rezim itu.

Kembali pada dokumen yang membuka percapakan Stanley serta Prabowo, pria yang saat ini Ketum Gerindra itu, waktu itu, ingin supaya AS lebih lihat keadaan serta tantangan di Indonesia. Menurut Prabowo waktu itu, Indonesia punya potensi seperti Yugoslavia karena ada ketidaksamaan suku, kultur, ekonomi, agama, serta linguistik.

Untuk di ketahui, negara Yugoslavia terpecah pada awal 1990-an. Slovenia, Kroasia, sampai Bosnia-Herzegovina pilih untuk merdeka.

Prabowo menuturkan mengenai histori kelam Indonesia yang sempat melawan ancaman komunisme serta ekstremis Islam. Akan tetapi menurut Prabowo, Indonesia tidak membutuhkan pertolongan secara langsung AS untuk menangani ancaman komunisme.

Dokumen itu tuliskan, Prabowo lihat tantangan Indonesia di waktu yang akan datang merupakan transisi politik serta transformasi negara. Pada dokumen itu juga ditulis mengenai deskripsi keadaan Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Soeharto yang dinilai sukses dalam bagian ekonomi.

Soeharto, dalam dokumen itu, dimaksud berlatar belakang militer yang tidak sempat ikuti kursus diluar negeri serta dikit mengenyam pendidikan resmi. Soeharto dinilai mempunyai ingatan fotografik yang begitu kuat, akan tetapi Soeharto dimaksud tidak tetap memahami akan desakan global.

Dalam perspektif Prabowo, catat dokumen itu, sangat baik Soeharto mundur pada Maret 1998 serta Indonesia akan alami proses transisi yang damai. Prabowo meramalkan, apa pada Maret 1998 atau satu tahun lebih lagi, masa Soeharto akan selesai.

Waktu itu Prabowo telah lihat ada intrik dari orang-orang arus bawah yang tahu jika mereka tidak cukuplah kuat untuk melawan presiden dengan cara langsung. Manuver itu dinilai beresiko karena jumlahnya mereka makin bertambah.

Prabowo lalu ambil contoh dari negara Yugoslavia dimana waktu ada pemimpin yang kuat dari pergerakan itu, negara itu jatuh oleh anarki. Sesaat militer telah mendapatkan pekerjaan untuk menangani chaos.

About admin